Selasa, 25 Juni 2013

Roda Tronton Bocor Satu

25 Juni 2013, 8 sekawan ini pergi liburan ke Bogor, tapi karena ada seorang kawan (Ayus) yang gak bisa ikut bersama kami, kami pun berlibur hanya dengan 7 kawan.Kami menamai liburan kali ini dengan judul Back Packer Adventure, ya semacam judul sinetron haha.
Sebenarnya kalau cerita ini ditulis itu gak cukup waktu yang singkat, dan butuh waktu yang panjaannngggg, tapi ini hanya sepenggal cerita tentang liburan Roda Tronton Bocor Satu.
Jam 7.30 pagi kita kumpul di stasiun Pasar Anyar Tangerang dengan keberangkatan kereta jam 7.35 pagi, dan karena kami salah membeli tiket (gak langsung ke Bogor) kami pun menunggu kereta jurusan Jakarta, tapi karena ada satu orang yang super ngaret (Nita) kami pun harus menunggu keberangkatan kereta yang selanjutnya. 
Jugijagijug jugijagijug kereta berangkat, kami berhenti di Jakarta dan membeli kembali tiket untuk sampai ke Bogor. Jugijagijug kereta kembali berangkat, kami transit di Depok karena ada perubahan jalur, dan jugijagijug kereta berangkat menuju Bogor. (^_^)/*
Sampai di stasiun Bogor kami berangkat naik angkutan umum (angkot) menuju Kebun Raya Bogor. Yiipppiiii di sana kami bersenang-senang. Niatnya sih back packer tapi ya kami seperti bukan seperti back packer yang jajannya tetap banyak, bahkan ada dua orang kawan (Devi dan Dinda) yang gak kuat keliling Kebun Raya Bogor dan akhirnya mereka berdua naik mobil kereta odong-odong untuk berkeliling. Tapi gue (Dewi), Fitri, Kholilah, Nita, dan Uni kita berjalan kaki mengelilingi KRB. Walau pun gak semuanya di hampiri di sana karena keterbatasan fisik (anak manja haha) tapi kami having fun. Di KRB kami menyambangi Museum Zoologi, yang isinya ya kumpulan binatang-binatang tak bernyawa, dan wow ada tulang ikan paus yang super besar.
Sore pun tiba, waktunya pulang. Sebelum pulang kami membeli oleh-oleh 8 gelang yang sama untuk 8 sekawan (so sweet). Setelah itu kami stasiun untuk pulang. Sampai di stasiun ternyata, jadwal kereta tujuan Tangerang masih lama. Akhirnya, kami bingung dan di tengah kebingungan kami berbelanja membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah (dasar cewek). Dinda pun menelepon seseorang untuk memberi kami solusi bagaimana caranya kami sampai rumah dengan cepat (haha kayak soal ujian). Seseorang itu pun menyarankan kami untuk naik bus menuju Parung dan seseorang itu akan menjemput kami di Parung menuju Tangerang. Oke, kami pun pergi ke terminal bus, dan kalian tau apa yang terjadi di terminal bus itu? kejadian macam sinetron yang terjadi di dunia nyata! Apa itu? Saat beberapa dari kami akan menaiki bus, dan yang lain belum naik, karena bus yang penuh, bus nya pun mulai berjalan. Kalian tau apa yang terjadi? Beberapa kawan itu pun keluar lagi dari bus, bus mulai meninggalkan tepi dan masih ada Dinda yang belum turun. Dan tiba-tiba gue pun berteriak dengan ketakutan "Dindaaaaa, dindaaaaa" -__- entahlah apa yang gue pikirin tapi yang pasti gue takut kalau kami bertujuh terpisah. Setelah itu kami dapat bus yang lain dan kami pun berangkat menuju Parung. Naik bus itu sesuatu banget dengan bau yang yang campur aduk dan desak-desakan. Sampai di Parung, sudah ada jemputan menuju Tangerang, hah akhirnya bisa merasa nyaman selama perjalanan menuju Tangerang.
Hari yang sangat penuh dengan peristiwa tak terlupakan.
Cerita back packer Adventure dari roda tronton kurang 1 ini bener-bener so something banget, kalah deh ‘sesuatu’ nya Syharini mah. Gimana engga? Seharian itu ya, kita ketawa, jail-jailan, khawatir (takut salah kereta), gelisah (sms belum di bales-bales), panik (sang bidadari baduy ketinggal di bus), sampe sedih (tragedy malam itu) bareng-bareng kita jalani. Moment-moment yang gak terlupa sih, pas kita abis dari museum Zoology. Itu tuh si nona sepatan ‘ketelepasan’ whahaha dan untung aja jalanan itu sepi :D. Oia oia ada lagi, percaya gak sih kita tuh mahasiswi semester 7 (baru mau)? Meragukan kayaknya. Jadi gini, waktu di jembatan gantung, kita (dewi, lilah, nita, uni) ketemu sama bapak-bapak dkk, kita liat dari tulisan yang ada di bajunya sih itu bapak-bapak dari Universitas Terbuka. Nah kita minta tolong potoin ma itu bapak, baik deh bapaknya *loh jadi ngebahas bapaknya*. Ceritanya udah nih dipotoin, terus pas kita mau jalan balik, ketemu bapak itu lagi dan beliau bilang, “liburan sekolah ya neng?”. What? Sekolah? Hahaha kita udah mahasiswa pak, semester 7 malah *dalam hati*. Segitu baby facenya kah kita semua sampe kyknya meragukan banget kalau udah jadi mahasiswa hahaha. Ini cerita kami, apa cerita mu?

Senin, 24 Juni 2013

COFFEE

Kopi terlihat hitam pekat di luar, namun terasa manis saat kita menyeruputnya. Sama halnya seperti kehidupan, yang seolah sulit tuk dipahami namun indah tuk dijalani. Aroma kopi yang harum membangkitkan selera siapa saja untuk meminumnya. Kehidupan yang penuh warna pun mengundang siapa saja untuk segera menghampirinya.
Hariku selalu ditemani dengan secangkir kopi panas yang nikmat dan manis, setia padaku saat suka dan duka. Secangkir kopi memberiku semangat saat aku merasa lelah, memberiku kesenangan saat aku merasa sedih. Namun kopi tetaplah kopi, yang nikmat dan disukai banyak orang.

Sabtu, 22 Juni 2013

8 Sekawan

Aku (Dewi) seorang Sundanese yang kurang jago bahasa Sunda dan agak sedikit egois, Kholilah seorang Betawi yang nyangkut di Sewan dan Galak, kalo Uni mungkin sedikit LoLa (loading lama) but actually she's cute, Nita seorang cewe cantik yang nyangkut di sebuah kecamatan Rajeg nan jauh di mato, Devi seorang Javanese tapi bahasa Jawanya diragukan, lalu sebut saja Dinda tapi kami memanggilnya Bidadari Baduy karena dia tinggal Rangkas sana, Ayus she's chubby and smart, dan yang terakhir Fitri cewek paling tinggi di antara kami. Ya, kami merupakan segerombolan mahasiswa muda yang kece dan cantik. Sebut saja 8 sekawan, karena memang kami selalu berdelapan (ya semacam roda tronton yang selalu berdelapan). Kami berbeda suku bangsa, memiliki kebiasaan dan watak yang berbeda pula. Tapi itu yang membuat kami semakin kompak, karena bersama gak harus sama (kayak iklan hehe). Hari-hari kami lalui bersama, susah senang sedih gembira asem manis gurihnya persahabatan itu memang indah. Walau kadang terjadi sedikit cekcok di antara kami, tapi itu gak akan lama, karena kami selalu bersama pada akhirnya. Love U all <3

Festival Drama antar Kelas Kedua (FesDraK 2)

Di semester 6 ini, ada matakuliah "Drama" yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang - Indonesia. Di ujian akhir semester matakuliah Drama ini seluruh mahasiswa harus tampil dalam sebuah teater. Bukan cuma sekedar tampil dalam pentas drama teater tapi juga pentas ini diperlombakan untuk memilih kelas/kelompok terbaik dalam FesDraK (ya semacam ada penghargaan untuk setiap nominasi terpilih).
Saat dosen Drama masuk Teater 6.A1 (kelas gue) dan beliau memberi mandat siapa saja yang jadi penulis naskah dan sutradara, saat itu kita optimis kalau kita bakal sukses berat dalam matakuliah Drama ini. Kenapa begitu? Sebab sang sutradara sudah berpengalaman dalam dunia teater.
Hari berganti minggu, naskah udah jadi dengan judul drama "Note of Writer" dan siap buat dibedah. Saat itu sih gue cuek sama kelas Drama ini sebab setelah dibedah dan ditentuin siapa aja pemerannya, gue gak dapet peran apapun (haha miris). Setiap latihan drama, gue gak pernah dateng.
Minggu berganti bulan, mungkin gue udah menyadari kalau ini untuk tugas akhir semester 6 dan gue harus mendukung. Tapi di saat gue mulai peduli dengan teater ini, sang sutradara seolah lari dari tugasnya untuk me-manage temen-temen di kelas. Bisa dibilang Teater 6.A1 kurang kompak, gue juga kurang ngerti sih sebetulnya ada apa dengan Teater 6.A1, karena gue juga orang baru di kelas ini. Bisa dihitung lah berapa kali Teater 6.A1 ini latihan drama dalam satu semester.
H-1 tiba sebelum FesDraK diselenggrakan, Teater 6.A1 pun dengan semangatnya latihan drama dari satu adegan ke adegan yang lain (bisa dibilang running dalam sehari hehe). Dan dari satu adegan ke adegan yang lain para aktor ini berdialog gak sesuai naskah (improvisasi haha keren kan). Kenapa begitu? Karena properti yang bakal kita pake saat pentas itu terbatas dan belum lengkap.
Jeng-jeng, hari yang ditunggu pun tiba, FesDraK 2 dimulai. Tiba saatnya untuk Teater 6.A1 tampil di panggung. Rasa takut, rasa grogi, rasa coklat, rasa stroberi, semuanya jadi satu.
Grejet grejet grejet, Teater 6.A1 pun selesai tampil. Seperti biasa, di akhir pementasan drama ada para juri dan dosen yang berkomentar. Satu per satu komentar pun terlontar, dan alhamdulillah komentarnya "Luar Biasa". Setelah pementasan drama ada rasa haru, rasa bangga, rasa anggur dan durian bercampur di hati (akhirnya gue nangis bahagia).
Enam hari FesDraK 2 berlangsung dengan pementasan dari 26 kelas FKIP UMT. Acara penutupan FesDraK 2 pun dimulai dengan menyebutkan lima nominasi terbaik yang ada (dug dag dig dug jantung gue berdegup kencang). Satu per satu nominasi dibacakan, and thennnnn yeah Teater 6.A1 dapet dua nominasi dalam FesDraK 2 kali ini. Nominasi Management Terbaik, dan nominasi Artistic Terbaik (alhamdulillah), ya walau cuma nominasi dan gak dapet juara tapi itu hebat buat gue sebab Teater 6.A1 bisa bersaing dengan kelas yang lain.
Pelajaran yang gue dapet dari matakuliah Drama ini, mengajarkan arti sebuah kekompakan, mengajarkan arti sebuah kebersamaan, mengajarkan arti sebuah kesabaran, dan menghilangkan ego saat bersama untuk berlatih dengan kelompok Teater 6.A1.
Teater 6.A1 KEREN!!!